FADLI RAJA MAHKOTANYA CLIQUERS
Senin, 09 Mei 2011
Selasa, 03 Mei 2011
Rabu, 29 Desember 2010
tips mario teguh
Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan
Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah
Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda
Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan
Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri
Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan
Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah
Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda
Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan
Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri
Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan
SIKAP
Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
Akhirnya: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDA…!
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
Akhirnya: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDA…!
kata bijak seorang mario teguh
Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan
Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah
Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda
Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan
Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri
Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan
Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah
Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda
Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan
Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri
Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan
Shalat itu indah…
Bila “Subuh” utuh, pagi tumbuh, hati teduh, pribadi tak angkuh, keluarga tak keruh maka damai berlabuh…
Bila “Dzuhur” teratur, diri jujur, hati tidak kufur, rasa selalu syukur, amal tidak udzur, keluarga akur maka pribadi makmur…
Bila “Asyar” kelar, jiwa sabar, raga tegar, senyum menyebar, maka rizki lancar….
Bila “Maghrib” tertib, ngaji jadi wajib, wirid jadi karib, jauh dari aib, maka syafaat tidak raib…
Bila “Isya” terjaga, malam bercahaya, gelap tak terasa, Insya Allah hidup damai sejahtera…
Shalat itu indah…
Bila “Dzuhur” teratur, diri jujur, hati tidak kufur, rasa selalu syukur, amal tidak udzur, keluarga akur maka pribadi makmur…
Bila “Asyar” kelar, jiwa sabar, raga tegar, senyum menyebar, maka rizki lancar….
Bila “Maghrib” tertib, ngaji jadi wajib, wirid jadi karib, jauh dari aib, maka syafaat tidak raib…
Bila “Isya” terjaga, malam bercahaya, gelap tak terasa, Insya Allah hidup damai sejahtera…
Shalat itu indah…
Senin, 27 Desember 2010
belajar ikhlas
Justru kitalah yang sering berlaku tida adil pada Allah Nak Mas…..” Jelas Ki Bijak menanggapi penuturan Maula mengenai adanya beberapa orang yang sering ‘menyalahkan’ Allah dan mengatakan bahwa Allah tidak adil, hanya karena ia tidak mendapatkan apa yang diinginkan nafsunya.
“Kita yang sering berlaku tidak adil pada Allah ki…?” Tanya Maula menegaskan.
“Ya Nak Mas, kitalah yang justru kerap berlaku tidak adil pada Allah, kita sering ‘menuntut’ Allah untuk segera mengabulkan permohonan kita, dengan jumlah dan ukuran yang sesuai dengan kita, padahal disisi lain, ketika kita diperintah shalat tepat waktu, kita selalu punya alasan untuk menundanya, shalat dhuhur ditunda, karena perut kekenyangan, shalat ashar ditunda, karena kita lagi sibuk atau tanggung dengan pekerjaan, shalat maghribpun tertunda, karena masih dalam perjalan, hingga shalat isya pun tertunda karena sebagian kita nonton sinetron duluan, terlebih shubuh, sudah menjadi rahasia umum,bahwa sebagian kita shubuhnya diakhir waktu, karena malamnya begadang…..,siapa yang tidak adil menurut Nak Mas…?” Kata Ki Bijak menjelaskan.
“Astaghfirullah, benar ki, kadang kita lupa bahwa kita adalah hamba yang tugasnya mengabdi dan menjalankan perintah, bukan justru lebih banyak menuntut ya ki…..” Kata Maula.
“Benar Nak Mas, kita ini hamba yang diciptakan untuk semata mengabdi pada_Nya, meski Allah tidak melarang kita meminta dan bahkan menganjurkannya, tapi kita harus punya etika dan tatakrama dalam kita memohon pada Allah……” Tambah Ki Bijak.
Maula diam sejenak, menyimak penuturan gurunya, sesaat kemudian sang guru melanjutkan wejangannya;
“Aki punya sebuah cerita menarik mengenai bagaimana seharusnya seorang hamba bersikap, Nak Mas mau mendengarkannya….?” Tanya Ki Bijak.
“Tentu…,tentu Ki, ana dengan senang hati mau mendengar cerita Aki……” Jawab Maula.
“Ceritanya begini Nak Mas, ada seorang abdi istana yang sangat patuh pada setiap perintah sang raja, sebut saja namanya Ayas; awalnya Ayas ini hanyalah seorang tukang kebun di istana sang raja…….” Kata Ki Bijak mengawali ceritanya.
“Lalu ki….?” Tanya Maula penasaran.
“Meski hanya sebagai penjaga kebun, kepatuhan, ketaatan dan pengabdiannya Ayas yang tulus ikhlas tanpa pamrih, membuat sang raja tertarik pada perilaku Ayas yang sangat terpuji itu, akhirnya sang raja mengangkat Ayas menjadi abdi dalam di istananya………” Sambung Ki Bijak.
“Waah, beruntung sekali si Ayas ini ya ki…….” Kata Maula.
Ki Bijak tersenyum pada Maula, “Bukan hanya karena beruntung kalau kemudian Ayas diangkat menjad abdi dalam istana Nak Mas, tapi pengabdian, ketulusan dan ketaatannya itulah yang kemudian menggerakan hati sang raja untuk mengangkatnya….., sampai sini Nak Mas melihat ‘sesuatu’ dari cerita yang barusan…..?” Tanya Ki Bijak.
“Hhhh…., apa ya ki…., mungkin pengabdian yang tulus ikhlas Ayas yang berbalas kemuliaan ki…..?” Jawab Maula.
“Nak Mas benar, awal cerita barusan adalah sebuah kias bagaimana sebuah pengabdian yang tulus ikhlas berbuah kemuliaan dan kehormataan….., pun dengan kita Nak Mas, kita ini abdi dihadapan sang Maha Raja, Allah swt….., maka seyogyanyalah kita mengabdi kepada Allah dengan tulus ikhlas, tanpa pamrih apalagi sampai riya, dan yakinlah, Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan amal baik mahluk_Nya, dan pengabdian yang tulus ikhlas adalah sebuah permohonan tanpa kata yang jauh lebih Allah sukai dari pada mulut kita meminta-minta dengan berbagai permohonan, sementara sikap dan pengabdian kita masih banyak terbalut dengan pamrih dan riya, sebagaimana Ayas, insya Allah, ketika pengabdian kita murni dan tanpa pamrih, kemulian dan kehormatan sebagai hamba Allah akan kita raih…..” Kata Ki Bijak.
“Iya ki, sepanjang apapun doa yang dibaca, tapi hanya keluar dari mulut saja, tanpa disertai keyakinan dan keimanan dari dalam hati, hanya akan membuat mulut kita lelah mengucapkannya ya ki…..” Kata Maula.
“Ya Nak Mas, lakukan saja pengabdian kita seikhlas dan sebaik mungkin, insya Allah, Allah akan memberikan imbalan yang pasti tepat bagi kita……” Tambah Ki Bijak.
“Iya ki…., lalu bagaimana kelanjutan cerita Ayas setelah jadi abdi dalam di istana ki…..” Tanya Maula.
“Pengangkatan Ayas dari tukang kebun menjadi abdi dalam istana, tak pelak menimbulkan perasaan iri pada sebagian abdi dalam istana lainya, mereka merasa Ayas tidak layak bersanding dengan mereka, karena Ayas hanyalah seorang rakyat jelata, sementara mereka dari golongan terpandang, maka timbullah sifat hasud pada sebagian pembesar istana terhadap Ayas, dan kemudian mereka bermufakat untuk menjatuhkan Ayas dimata sang raja, dengan harapan Ayas akan diturunkan kembali menjadi tukang kebun…….” Ki Bijak melanjutkan ceritanya.
“Waah nggak dimana nggak dimana ya ki, ada saja orang yang memiliki sifat dengki seperti, kalau ada orang yang naik jabatan, kasak kusuk cari kesalahan untuk menjantuhkan…….., lalu bagaimana dengan Ayas Ki……?” Kata Maula.
“Pada akhirnya kelompok abdi dalam yang bersekongkol untuk menjatuhkan Ayas ini, menemukan ‘celah’ untuk menjelekan Ayas, ketika mereka menemukan rutinitas Ayas setiap pagi hari antara pukul 09 hingga pukul 10, Ayas selalu memasuki kamarnya, dan menutup rapat pintu dan semua jendelanya…, hal ini diadukan oleh para pendengki itu kepada sang raja, dengan mengatakan bahwa Ayas setiap hari mengguna-guna raja agar raja sayang padanya………..” Kata Ki Bijak.
“Lalu ki…..” Tanya Maula mulai penasaran.
“Raja yang arif ini tidak serta merta percaya dengan apa yang disampaikan oleh para abdinya, raja meminta pengaduan mereka dibuktikan, maka pada hari yang telah ditentukan, mereka mencoba melihat apa yang Ayas kerjakan didalam kamarnya, secara sembunyi-sembunyi mereka memantau setiap gerak-gerik Ayas didalam kamarnya……” Kata Ki Bijak lagi.
“Apa yang dilakukan Ayas didalam kamarnya ki…?” Maula seperti cemas kalau-kalau para abdi dalam itu menemukan celah untuk mencelakakan Ayas.
“Mereka tidak menemukan apapun, kecuali mendapati Ayas tengah duduk tafakur setelah shalat dhuha, dengan menanggalkan seluruh pakaian kebesarannya; dari tempat mereka sembunyi, mereka mendengar kata-kata Ayas: “Ya Rabb, hamba tetaplah seorang abdi_Mu, pakaian ini tidaklah berarti apa-apa bagi hamba, hamba hanya ingin menjadi abdi_Mu saja, tidak lebih ya Rabb…..’ , merah padamlah muka-muka mereka yang dengki pada Ayas, harapannya untuk menjatuhkan Ayas dengan aktivitas ‘ganjilnya’ ternyata gagal.
Mendengar hal ini, sang raja tersenyum, “Itulah alasan kenapa Aku mengangkat Ayas menjadi abdi dalam diistana ini, karena ia mengabdi kepadaku secara tulus ikhlas, tanpa pamrih apapun dariku………….” Kata Ki Bijak menirukan jawaban sang raja.
Meskipun para pendengki itu sudah ‘kalah’, tapi mereka masih mencari-cari cara untuk menjatuhkan Ayas……, hingga akhirnya sang Raja memutuskan untuk mengundang semua pembesar dan abdi dalam istana; termasuk Ayas didalamnya….” Ki Bijak melanjutkan ceritanya.
“Apa yang terjadi kemudian ki…?” Tanya Maula lagi.
“Dalam kesempatan itu, sang raja berkata kepada para abdinya; wahai abdiku sekalian, hari ini Aku memaklumkan pada kalian semua; bahwa silahkan kalian pilih apapun yang kalian mau yang ada diruangan ini……” Lagi Ki Bijak menirukan perkataan sang Raja.
“Para pembesar yang serakah itu kemudian kasak-kusuk satu sama lain, mata mereka liar mencara benda apa yang kira-kira akan dipilihnya; kemudian mereka berkata pada sang raja; Apakah benar apa yang kami pegang akan menjadi milik kami baginda; tanya para pembesar itu hampir bersamaan;
Sang Raja hanya mengangguk; maka bertebaranlah para pembesar itu keseluruh penjuru ruang istana, ada yang mengambil perhiasan, ada yang mengambil emas, ada yang mengambil perak dan banyak lagi yang mereka ambil dan perebutkan……” Kata Ki Bijak melanjutkan ceritanya.
“Bagaiman dengan Ayas Ki, apa yang dia ambil…?” Tanya Maula.
“Ayas tidak beranjak dari tempatnya Nak Mas, Ayas hanya duduk dan melihat pembesar lainnya memperebutkan harta dan perhiasan yang ada didalam istana….” Jawab Ki Bijak.
Sekembalinya para pembesar itu ketempat masing-masing, mereka heran melihat Ayas masih terpaku ditempatnya dan tidak mengambil barang apapun; pun dengan sang Raja; kemudian sang Raja bertanya kepada Ayas; “Ayas, kenapa engkau tidak mengambil barang berharga apapun seperti yang lain…? Tanya Sang Raja.
“Mendapat pertanyaa dari sang Raja, Ayas balik bertanya kepada sang Raja; “Tuanku, apakah benar apa yang hamba pegang akan menjadi milik hamba….?” Tanya Ayas.
“Benar Ayas, ambillah apa yang kau mau…” Jawab Sang Raja.
“Kemudian Ayas berdiri dan menghampiri Raja, “Perkenankan hamba memiliki paduka saja, hamba sudah cukup……..” Kata Ayas sambil memegang tangan sang Raja.
Semua yang hadir terdiam, tidak mengerti apa yang Ayas lakukan, dan Rajapun kemudian bertanya padanya; Ayas, apa yang kau maksud…?” Tanya Sang Raja.
“Tadi paduka mengatakan apa yang hamba pegang akan menjadi milik hamba, maka hamba memilih memegang dan memiliki paduka dari pada benda-benda itu…., karena padukalah pemilik istana ini, padukalah pemilik kerajaan ini, maka ketika hamba memiliki paduka, hamba sudah merasa memiliki segalanya……..” Jawab Ayas.
“Waaah,hebat banget pikiran Ayas ya ki, dia tidak memilih emas, karena ia tahu,ia hanya akan memiliki emas saja, tidak yang lainnya, kalau ia memilih berlian, mungkin berlian saja yang akan ia punyai, tapi dengan memegan dan memilih sang Raja, maka Ayas telah memiliki semuanya, emas, perhiasaan, istana dan bahkan kerajaan dan isinya…, hebat ki…..” Kata Maula kagum.
“Nak Mas tahu tamsilnya….?” Tanya Ki Bijak.
“Emas, perhiasan, berlian dan bahkan istana adalah perlambang dunia ini ki…, ketika seseorang mempertaruhkan segalanya untuk mendapatkan dunia, mungkin dia akan mendapatkan dunia itu, dan hanya itu yang akan mereka dapatkan, dunia saja..”,
“Sementara ketika kita memilih untuk mengabdi kepada Allah dengan tulus ikhlas, maka kita akan mendapatkan sang pemilik perhiasan, sang pemilik emas, intan dan berlian dan bahkan sang dunia ini, artinya kita akan mendapatkan segalanya, kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat, bukan begitu ki….?” Kata Maula.
“Ya Nak Mas, ketika kita ‘memilih’ Allah, maka kita sudah memiliki segalanya……” Kata Ki Bijak lagi.
Maula merenung sejenak, menapaki kembali bagaimana ibadahnya selama ini, ia merasa ada banyak ibadahnya yang masih bercampur dengan keinginan duniawinya, tahajudnya kadang masih bercampur dengan keinginan untuk kaya, dhuhanya kadang masih ingin yang lain selain Allah dan sebagainya, Astaghfirullah….., bathinya memohon ampun.
“Ki Ana malu pada si Ayas ini ki…..” Katanya kemudian.
“Ayas kan hanya sebuah cerita Nak Mas, kenapa mesti malu…?” Tanya Ki Bijak.
“Ayas benar, dan itu yang harusnya ana lakukan, mengabdi kepada Allah dengan keikhlasan….” Kata Maula tertahan.
“Ya Nak Mas, Akipun belum bisa seperti Ayas sepenuhnya, tapi setidaknya mari kita berusaha dan memohon kepada Allah untuk bisa mengabdi kepadaNya dengan ikhlas sesuai kehendakNya……..” Kata Ki Bijak.
“Iya ki, lalu apa lagi sifat luhur Ayas yang bisa kita pelajari ki…..” Tanya Maula beberapa saat kemudian.
“Diakhir cerita, sang raja makin menyayangi Ayas, hingga sekali lagi sang Raja menguji para abdinya dengan sebuah perintah untuk menghancurkan mahkota yang tengah dipakainya…”.
“Para pembesar saling pandang, tidak mengerti dan tidak berani untuk menghancurkan mahkota sang Raja, beda halnya dengan Ayas, ia maju kedepan, kemudian dia menyanggupi untuk menghancurkan mahkota sang raja, para pembesar lain tentu bingung sekaligus berharap Ayas akan dihukum akibat tindakan bodohnya itu……” Lanjut Ki Bijak.
“Lalu apa yang terjadi ki…?” Tanya Maula.
“Sang Raja kemudian bertanya kenapa Ayas berani menghancurkan mahkotanya, dan Ayas menjawab ‘ Paduka, mahkota ini hanya sebuah benda mati, dan sementara titah paduka jauh lebih luhur dan agung untuk hamba emban, daripada hamba takut kepada benda mati ini……., Jawab Ayas.
“Raja bertepuk tangan untuk Ayas, kalian dengan dan lihat sendiri seperti apa Ayas ini kan, Ayas sangat menjunjung tinggi perintahku, sementara kalian lebih menghormati benda, jadi wajar jika kemudian Aku menjadikannya abdi dalam istanaku ini…….” Kata Raja lagi.
“Para pembesar lainnya, hanya tertunduk malu dengan sikap dan polah mereka, mereka yang selama ini memandang Ayas dengan sebelah mata, ternyata salah, Ayas ternyata seorang abdi yang ikhlas, Ayas ternyata seorang abdi yang hanya memilih rajanya, dan Ayas adalah seorang abdi yang menjunjung tinggi perintah raja, sementara mereka selama ini mengabdi dengan penuh pamrih atas pangkat dan jabatan, mereka selama ini hanya mengharapkan perhiasan duniawi, dan mereka ternyata juga lebih menghormati benda daripada titah rajanya…….” Kata Ki Bijak lagi.
“Ini juga tamsil bagi kita yang suka pilih-pilih perintah Allah ya ki, kita berbondong-bondong melaksanakan perintah kala perintah itu menguntungkan kita, sebaliknya kita akan cenderung mundur kebelakang ketika perintah itu kita anggap merugikan, kita lebih melihat perintah dari kacamata kita, bukan dari siapa yang memerintahkannya ya ki……” Kata Maula.
“Benar Nak Mas, dan tidak akan ada satupun perintah Allah yang akan merugikan kita, tidak akan ada perintah Allah yang akan menjerumuskan kita, kita laksanakan saja perintahNya, insya Allah kita akan tahu hikmah yang sangat besar dari perintah itu…..” Kata Ki Bijak melengkapi.
“Iya ki…., semoga Ana bisa seperti Ayas ya ki…..” Kata Maula sambil pamitan.
Wassalam.
May 16,2010
“Kita yang sering berlaku tidak adil pada Allah ki…?” Tanya Maula menegaskan.
“Ya Nak Mas, kitalah yang justru kerap berlaku tidak adil pada Allah, kita sering ‘menuntut’ Allah untuk segera mengabulkan permohonan kita, dengan jumlah dan ukuran yang sesuai dengan kita, padahal disisi lain, ketika kita diperintah shalat tepat waktu, kita selalu punya alasan untuk menundanya, shalat dhuhur ditunda, karena perut kekenyangan, shalat ashar ditunda, karena kita lagi sibuk atau tanggung dengan pekerjaan, shalat maghribpun tertunda, karena masih dalam perjalan, hingga shalat isya pun tertunda karena sebagian kita nonton sinetron duluan, terlebih shubuh, sudah menjadi rahasia umum,bahwa sebagian kita shubuhnya diakhir waktu, karena malamnya begadang…..,siapa yang tidak adil menurut Nak Mas…?” Kata Ki Bijak menjelaskan.
“Astaghfirullah, benar ki, kadang kita lupa bahwa kita adalah hamba yang tugasnya mengabdi dan menjalankan perintah, bukan justru lebih banyak menuntut ya ki…..” Kata Maula.
“Benar Nak Mas, kita ini hamba yang diciptakan untuk semata mengabdi pada_Nya, meski Allah tidak melarang kita meminta dan bahkan menganjurkannya, tapi kita harus punya etika dan tatakrama dalam kita memohon pada Allah……” Tambah Ki Bijak.
Maula diam sejenak, menyimak penuturan gurunya, sesaat kemudian sang guru melanjutkan wejangannya;
“Aki punya sebuah cerita menarik mengenai bagaimana seharusnya seorang hamba bersikap, Nak Mas mau mendengarkannya….?” Tanya Ki Bijak.
“Tentu…,tentu Ki, ana dengan senang hati mau mendengar cerita Aki……” Jawab Maula.
“Ceritanya begini Nak Mas, ada seorang abdi istana yang sangat patuh pada setiap perintah sang raja, sebut saja namanya Ayas; awalnya Ayas ini hanyalah seorang tukang kebun di istana sang raja…….” Kata Ki Bijak mengawali ceritanya.
“Lalu ki….?” Tanya Maula penasaran.
“Meski hanya sebagai penjaga kebun, kepatuhan, ketaatan dan pengabdiannya Ayas yang tulus ikhlas tanpa pamrih, membuat sang raja tertarik pada perilaku Ayas yang sangat terpuji itu, akhirnya sang raja mengangkat Ayas menjadi abdi dalam di istananya………” Sambung Ki Bijak.
“Waah, beruntung sekali si Ayas ini ya ki…….” Kata Maula.
Ki Bijak tersenyum pada Maula, “Bukan hanya karena beruntung kalau kemudian Ayas diangkat menjad abdi dalam istana Nak Mas, tapi pengabdian, ketulusan dan ketaatannya itulah yang kemudian menggerakan hati sang raja untuk mengangkatnya….., sampai sini Nak Mas melihat ‘sesuatu’ dari cerita yang barusan…..?” Tanya Ki Bijak.
“Hhhh…., apa ya ki…., mungkin pengabdian yang tulus ikhlas Ayas yang berbalas kemuliaan ki…..?” Jawab Maula.
“Nak Mas benar, awal cerita barusan adalah sebuah kias bagaimana sebuah pengabdian yang tulus ikhlas berbuah kemuliaan dan kehormataan….., pun dengan kita Nak Mas, kita ini abdi dihadapan sang Maha Raja, Allah swt….., maka seyogyanyalah kita mengabdi kepada Allah dengan tulus ikhlas, tanpa pamrih apalagi sampai riya, dan yakinlah, Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan amal baik mahluk_Nya, dan pengabdian yang tulus ikhlas adalah sebuah permohonan tanpa kata yang jauh lebih Allah sukai dari pada mulut kita meminta-minta dengan berbagai permohonan, sementara sikap dan pengabdian kita masih banyak terbalut dengan pamrih dan riya, sebagaimana Ayas, insya Allah, ketika pengabdian kita murni dan tanpa pamrih, kemulian dan kehormatan sebagai hamba Allah akan kita raih…..” Kata Ki Bijak.
“Iya ki, sepanjang apapun doa yang dibaca, tapi hanya keluar dari mulut saja, tanpa disertai keyakinan dan keimanan dari dalam hati, hanya akan membuat mulut kita lelah mengucapkannya ya ki…..” Kata Maula.
“Ya Nak Mas, lakukan saja pengabdian kita seikhlas dan sebaik mungkin, insya Allah, Allah akan memberikan imbalan yang pasti tepat bagi kita……” Tambah Ki Bijak.
“Iya ki…., lalu bagaimana kelanjutan cerita Ayas setelah jadi abdi dalam di istana ki…..” Tanya Maula.
“Pengangkatan Ayas dari tukang kebun menjadi abdi dalam istana, tak pelak menimbulkan perasaan iri pada sebagian abdi dalam istana lainya, mereka merasa Ayas tidak layak bersanding dengan mereka, karena Ayas hanyalah seorang rakyat jelata, sementara mereka dari golongan terpandang, maka timbullah sifat hasud pada sebagian pembesar istana terhadap Ayas, dan kemudian mereka bermufakat untuk menjatuhkan Ayas dimata sang raja, dengan harapan Ayas akan diturunkan kembali menjadi tukang kebun…….” Ki Bijak melanjutkan ceritanya.
“Waah nggak dimana nggak dimana ya ki, ada saja orang yang memiliki sifat dengki seperti, kalau ada orang yang naik jabatan, kasak kusuk cari kesalahan untuk menjantuhkan…….., lalu bagaimana dengan Ayas Ki……?” Kata Maula.
“Pada akhirnya kelompok abdi dalam yang bersekongkol untuk menjatuhkan Ayas ini, menemukan ‘celah’ untuk menjelekan Ayas, ketika mereka menemukan rutinitas Ayas setiap pagi hari antara pukul 09 hingga pukul 10, Ayas selalu memasuki kamarnya, dan menutup rapat pintu dan semua jendelanya…, hal ini diadukan oleh para pendengki itu kepada sang raja, dengan mengatakan bahwa Ayas setiap hari mengguna-guna raja agar raja sayang padanya………..” Kata Ki Bijak.
“Lalu ki…..” Tanya Maula mulai penasaran.
“Raja yang arif ini tidak serta merta percaya dengan apa yang disampaikan oleh para abdinya, raja meminta pengaduan mereka dibuktikan, maka pada hari yang telah ditentukan, mereka mencoba melihat apa yang Ayas kerjakan didalam kamarnya, secara sembunyi-sembunyi mereka memantau setiap gerak-gerik Ayas didalam kamarnya……” Kata Ki Bijak lagi.
“Apa yang dilakukan Ayas didalam kamarnya ki…?” Maula seperti cemas kalau-kalau para abdi dalam itu menemukan celah untuk mencelakakan Ayas.
“Mereka tidak menemukan apapun, kecuali mendapati Ayas tengah duduk tafakur setelah shalat dhuha, dengan menanggalkan seluruh pakaian kebesarannya; dari tempat mereka sembunyi, mereka mendengar kata-kata Ayas: “Ya Rabb, hamba tetaplah seorang abdi_Mu, pakaian ini tidaklah berarti apa-apa bagi hamba, hamba hanya ingin menjadi abdi_Mu saja, tidak lebih ya Rabb…..’ , merah padamlah muka-muka mereka yang dengki pada Ayas, harapannya untuk menjatuhkan Ayas dengan aktivitas ‘ganjilnya’ ternyata gagal.
Mendengar hal ini, sang raja tersenyum, “Itulah alasan kenapa Aku mengangkat Ayas menjadi abdi dalam diistana ini, karena ia mengabdi kepadaku secara tulus ikhlas, tanpa pamrih apapun dariku………….” Kata Ki Bijak menirukan jawaban sang raja.
Meskipun para pendengki itu sudah ‘kalah’, tapi mereka masih mencari-cari cara untuk menjatuhkan Ayas……, hingga akhirnya sang Raja memutuskan untuk mengundang semua pembesar dan abdi dalam istana; termasuk Ayas didalamnya….” Ki Bijak melanjutkan ceritanya.
“Apa yang terjadi kemudian ki…?” Tanya Maula lagi.
“Dalam kesempatan itu, sang raja berkata kepada para abdinya; wahai abdiku sekalian, hari ini Aku memaklumkan pada kalian semua; bahwa silahkan kalian pilih apapun yang kalian mau yang ada diruangan ini……” Lagi Ki Bijak menirukan perkataan sang Raja.
“Para pembesar yang serakah itu kemudian kasak-kusuk satu sama lain, mata mereka liar mencara benda apa yang kira-kira akan dipilihnya; kemudian mereka berkata pada sang raja; Apakah benar apa yang kami pegang akan menjadi milik kami baginda; tanya para pembesar itu hampir bersamaan;
Sang Raja hanya mengangguk; maka bertebaranlah para pembesar itu keseluruh penjuru ruang istana, ada yang mengambil perhiasan, ada yang mengambil emas, ada yang mengambil perak dan banyak lagi yang mereka ambil dan perebutkan……” Kata Ki Bijak melanjutkan ceritanya.
“Bagaiman dengan Ayas Ki, apa yang dia ambil…?” Tanya Maula.
“Ayas tidak beranjak dari tempatnya Nak Mas, Ayas hanya duduk dan melihat pembesar lainnya memperebutkan harta dan perhiasan yang ada didalam istana….” Jawab Ki Bijak.
Sekembalinya para pembesar itu ketempat masing-masing, mereka heran melihat Ayas masih terpaku ditempatnya dan tidak mengambil barang apapun; pun dengan sang Raja; kemudian sang Raja bertanya kepada Ayas; “Ayas, kenapa engkau tidak mengambil barang berharga apapun seperti yang lain…? Tanya Sang Raja.
“Mendapat pertanyaa dari sang Raja, Ayas balik bertanya kepada sang Raja; “Tuanku, apakah benar apa yang hamba pegang akan menjadi milik hamba….?” Tanya Ayas.
“Benar Ayas, ambillah apa yang kau mau…” Jawab Sang Raja.
“Kemudian Ayas berdiri dan menghampiri Raja, “Perkenankan hamba memiliki paduka saja, hamba sudah cukup……..” Kata Ayas sambil memegang tangan sang Raja.
Semua yang hadir terdiam, tidak mengerti apa yang Ayas lakukan, dan Rajapun kemudian bertanya padanya; Ayas, apa yang kau maksud…?” Tanya Sang Raja.
“Tadi paduka mengatakan apa yang hamba pegang akan menjadi milik hamba, maka hamba memilih memegang dan memiliki paduka dari pada benda-benda itu…., karena padukalah pemilik istana ini, padukalah pemilik kerajaan ini, maka ketika hamba memiliki paduka, hamba sudah merasa memiliki segalanya……..” Jawab Ayas.
“Waaah,hebat banget pikiran Ayas ya ki, dia tidak memilih emas, karena ia tahu,ia hanya akan memiliki emas saja, tidak yang lainnya, kalau ia memilih berlian, mungkin berlian saja yang akan ia punyai, tapi dengan memegan dan memilih sang Raja, maka Ayas telah memiliki semuanya, emas, perhiasaan, istana dan bahkan kerajaan dan isinya…, hebat ki…..” Kata Maula kagum.
“Nak Mas tahu tamsilnya….?” Tanya Ki Bijak.
“Emas, perhiasan, berlian dan bahkan istana adalah perlambang dunia ini ki…, ketika seseorang mempertaruhkan segalanya untuk mendapatkan dunia, mungkin dia akan mendapatkan dunia itu, dan hanya itu yang akan mereka dapatkan, dunia saja..”,
“Sementara ketika kita memilih untuk mengabdi kepada Allah dengan tulus ikhlas, maka kita akan mendapatkan sang pemilik perhiasan, sang pemilik emas, intan dan berlian dan bahkan sang dunia ini, artinya kita akan mendapatkan segalanya, kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat, bukan begitu ki….?” Kata Maula.
“Ya Nak Mas, ketika kita ‘memilih’ Allah, maka kita sudah memiliki segalanya……” Kata Ki Bijak lagi.
Maula merenung sejenak, menapaki kembali bagaimana ibadahnya selama ini, ia merasa ada banyak ibadahnya yang masih bercampur dengan keinginan duniawinya, tahajudnya kadang masih bercampur dengan keinginan untuk kaya, dhuhanya kadang masih ingin yang lain selain Allah dan sebagainya, Astaghfirullah….., bathinya memohon ampun.
“Ki Ana malu pada si Ayas ini ki…..” Katanya kemudian.
“Ayas kan hanya sebuah cerita Nak Mas, kenapa mesti malu…?” Tanya Ki Bijak.
“Ayas benar, dan itu yang harusnya ana lakukan, mengabdi kepada Allah dengan keikhlasan….” Kata Maula tertahan.
“Ya Nak Mas, Akipun belum bisa seperti Ayas sepenuhnya, tapi setidaknya mari kita berusaha dan memohon kepada Allah untuk bisa mengabdi kepadaNya dengan ikhlas sesuai kehendakNya……..” Kata Ki Bijak.
“Iya ki, lalu apa lagi sifat luhur Ayas yang bisa kita pelajari ki…..” Tanya Maula beberapa saat kemudian.
“Diakhir cerita, sang raja makin menyayangi Ayas, hingga sekali lagi sang Raja menguji para abdinya dengan sebuah perintah untuk menghancurkan mahkota yang tengah dipakainya…”.
“Para pembesar saling pandang, tidak mengerti dan tidak berani untuk menghancurkan mahkota sang Raja, beda halnya dengan Ayas, ia maju kedepan, kemudian dia menyanggupi untuk menghancurkan mahkota sang raja, para pembesar lain tentu bingung sekaligus berharap Ayas akan dihukum akibat tindakan bodohnya itu……” Lanjut Ki Bijak.
“Lalu apa yang terjadi ki…?” Tanya Maula.
“Sang Raja kemudian bertanya kenapa Ayas berani menghancurkan mahkotanya, dan Ayas menjawab ‘ Paduka, mahkota ini hanya sebuah benda mati, dan sementara titah paduka jauh lebih luhur dan agung untuk hamba emban, daripada hamba takut kepada benda mati ini……., Jawab Ayas.
“Raja bertepuk tangan untuk Ayas, kalian dengan dan lihat sendiri seperti apa Ayas ini kan, Ayas sangat menjunjung tinggi perintahku, sementara kalian lebih menghormati benda, jadi wajar jika kemudian Aku menjadikannya abdi dalam istanaku ini…….” Kata Raja lagi.
“Para pembesar lainnya, hanya tertunduk malu dengan sikap dan polah mereka, mereka yang selama ini memandang Ayas dengan sebelah mata, ternyata salah, Ayas ternyata seorang abdi yang ikhlas, Ayas ternyata seorang abdi yang hanya memilih rajanya, dan Ayas adalah seorang abdi yang menjunjung tinggi perintah raja, sementara mereka selama ini mengabdi dengan penuh pamrih atas pangkat dan jabatan, mereka selama ini hanya mengharapkan perhiasan duniawi, dan mereka ternyata juga lebih menghormati benda daripada titah rajanya…….” Kata Ki Bijak lagi.
“Ini juga tamsil bagi kita yang suka pilih-pilih perintah Allah ya ki, kita berbondong-bondong melaksanakan perintah kala perintah itu menguntungkan kita, sebaliknya kita akan cenderung mundur kebelakang ketika perintah itu kita anggap merugikan, kita lebih melihat perintah dari kacamata kita, bukan dari siapa yang memerintahkannya ya ki……” Kata Maula.
“Benar Nak Mas, dan tidak akan ada satupun perintah Allah yang akan merugikan kita, tidak akan ada perintah Allah yang akan menjerumuskan kita, kita laksanakan saja perintahNya, insya Allah kita akan tahu hikmah yang sangat besar dari perintah itu…..” Kata Ki Bijak melengkapi.
“Iya ki…., semoga Ana bisa seperti Ayas ya ki…..” Kata Maula sambil pamitan.
Wassalam.
May 16,2010
Wednesday, May 5, 2010
BERDOALAH KEPADA_KU, NISCAYA AKU KABULKAN……..
“Ki; kemarin ana berbincang dengan seorang teman, dia mengatakan bahwa akhir-akhir ini ia agak ‘jenuh’ berdoa dan meminta kepada Allah……., katanya ia sudah banyak berdoa tapi hingga sekarang doa-doanya seperti tidak diijabah oleh Allah…..” Kata Maula menceritakan perbincangan dengan temannya beberapa waktu lalu
Ki Bijak menghela nafas panjang; “Tidak boleh seperti itu Nak Mas, kita tidak boleh merasa jenuh atau bosan untuk meminta kepada Allah, karena itu memang kewajiban kita, kita wajib meminta, sementara kapan dan dalam bentuk apa pengabulan permohonan kita kepada Allah, itu adalah hak prerogatif Allah……, jauh lebih baik kita berbaik sangka kepada Allah daripada kita berprasangka jelek pada Dzat yang Maha mengabulkan, itu sebuah kedzaliman Nak Mas….” Jawab Ki Bijak.
“Astaghfirullah….,kadang ana juga masih merasa seperti itu Ki, syukur alhamdulillah Aki selalu mengingatkan ana…, Ki, adakah hal-hal yang membuat Allah ‘menahan’ permohonan kita ki……?” Tanya Maula.
“Untuk menjawab ini, ada sebuah nasehat bijak dari Ibrahim bin Adham, yang beberapa waktu lalu kita perbincangkan Nak Mas….” Kata Ki Bijak.
“Apa Nasehatnya ki…..?” Tanya Maula.
“Suatu ketika, beliau, Ibrahim bin Adham melewati sebuah keramaian; yang dalam beberapa literatur, beliau melewati sebuah pasar yang sedang ramai……” Kata Ki Bijak mulai menceritakan Ibrahim bin Adham yang terkenal zuhud dan wara’nya.
“Lalu ki……?” Tanya Maula penasaran.
“Lalu sama seperti dengan teman Nak Mas tadi, orang-orang dipasar itu mengadukan perihal doa-doa mereka yang seperti tidak dijawab oleh Allah……, Ibrahim bin adham diam sejenak sebelum memberi nasehat kepada pada pengunjung pasar tersebut….” Tutur Ki Bijak.
Maula menahan diri untuk tidak menuntut, meski ia sangat penasaran dan ingin segera mengetahui apa nasehat sang Alim berkenaan dengan ‘tertahannya’ doa dan permohonan seorang hamba.
“Ibrahim bin adham kemudian menjawab bahwa ada sepuluh hal yang dapat menyebabkan tertahannya doa dan permohonan seseorang, yang pertama; beliau mengatakan bahwa kita mengenal Allah, namun tidak menunaikan hak_Nya……” Kata Ki Bijak lagi.
“Kita mengenal Allah, tapi tidak menunaikan hak-hak_Nya ki….?” Tanya Maula.
“Benar Nak Mas, kita mengenal Allah sebagai Dzat yang Maha Esa; dan hak Allah atas kita adalah wajib bagi kita untuk tidak menyekutukannya; tapi banyak dari kita yang justru menyetarakan Allah dengan mahluk atau berhala…”
“Kita mengenal Allah sebagai Dzat yang wajib kita sembah dan kita ibadahi, tapi kadang kita pengabdian kita kepada mahluk justru melebihi pengabdian dan penyembahan kita pada Allah…:
“Hal-hal yang semacam inilah yang kemudian menjadi hizab, menjadi sekat kita dengan Allah, sehingga kemudian doa-doa kitapun terhizab oleh ‘pelanggaran’ kita terhadap hak-hak Allah…….”Papar Ki Bijak.
“Ana mengerti ki……” Kata Maula.
“Coba Nak Mas buka surat Al Baqarah ayat 186; disana dengan jelas Allah menyatakan bahwa ‘Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku’….”Kata Ki Bijak lagi.
Dengan segera Maula membuka al qur’an;
186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
“Benar Ki, Allah akan mengabulkan setiap doa; dengan ‘syarat’ si pemohon memenuhi perintah_Nya dan beriman kepada Allah…….” Kata Maula setelah melihat ayat dimaksud.
“Yang kedua, hal yang sangat mungkin menjadi asbab tertundanya permohonan kita menurut nasehat Ibrahim bin adham adalah kita membaca al qur’a, tapi kita tidak mau mengamalkan isinya…..” Tutur Ki Bijak.
“Banyak diantara kita yang rajin baca qur’an,bacaanya fasih, murotalnya bagus, tapi sikap dan perilaku sebagian dari mereka justru bertolak belakang dari apa yang dibacanya……., qur’an mestinya dijadikan ‘imam’ dan rujukan dalam kehidupan kita, tapi tak jarang mereka yang pandai membaca al qur’an justru ‘memaksa’ al qur’an untuk mengikuti hawa nafsu mereka, hal ini juga salah satu asbab tertundanya doa-doa kita…..” Kata Ki Bijak.
“Iya ki…..” Jawab Maula pendek.
“Hal ketiga, yang menjadi asbab tertundanya doa-doa kita adalah bahwa kita tahu iblis itu musuh kita,musuh yang nyata, namun masih banyak jejak langkah iblis yang justru menjadi rujukan ikutan kita, Nak Mas tahu sikap iblis yang masih banyak ditiru oleh sebagian kita….?” Tanya Ki Bijak.
“Ya Ki, sifat enggan dan sombong, yang kemudian menjadikan iblis mahluk terusir dari surganya Allah……” Kata Maula.
“Nak Mas benar, sifat enggan untuk melaksanakan perintah Allah, dan sikap sombong karena merasa diri lebih baik dari yang lain, adalah perangkap iblis yang ditebar sepanjang perjalanan hidup kita……, maka berhati-hatilah terhadapnya, karena sekali lagi, boleh jadi kesombongan kitalah yang ‘menahan’ karunia Allah kepada kita…..” Kata Ki Bijak lagi.
“Iya ki……” Jawab Maula.
“Lalu hal keempat yang menurut Ibrahim bin adham dapat menjadi asbab tertundanya permohonan kita adalah kita mengaku mencintai Rasulullah, tetapi kita lebih sering meninggalkan ajaran dan sunnahnya dari pada melaksanakannya….”,
“Kita selalu punya dalih untuk tidak mengikuti apa yang Rasulullah contohkan, ada yang mengatakan ‘inikan hanya sunnah’, dan lain sebagainya, padahal tidaklah Rasul melakukan atau mengatakan sesuatu itu tanpa perintah dari Allah, maka dalam hemat Aki, sunnah bukan berarti tidak perlu dikerjakan,karena dibalik sunnah itu banyak sekali terdapat hikmah dan pelajaran yang luar biasa besar…., dan lagi, ketika kita meninggalkan ajaran dan sunnah rasul,sangat boleh jadi hal ini yang menunda terkabulnya doa dan permohonan kita…” Kata Ki Bijak lagi.
“Nak Mas mengerti sampai sini……?” Tanya Ki Bijak, demi melihat Maula sedemikian serius menyimak penuturannya.
“Iya ki, ana mengerti, ana juga melihat adalah ‘sedikit kesalah pahaman’ dari sebagian kita tentang bagaimana merealisasikan kecintaan kita pada Rasul, seperti adanya berbagai kegiatan seremonial yang katanya wujud dari kecintaan pada Rasul, tapi justru bertentangan dengan ajaran dan sunnahnya…….” Kata Maula.
“Ya Nak Mas, dan nasehat lain yang Ibrahim bin adham sampaikan kepada para pengunjung pasar ketika itu, dan juga sangat relevan untuk kita renungkan sekarang ini adalah bahwa kita ingin surga, tapi amal kita jauh dari amalan para calon ahli surga;
“Lemudian kita takut neraka; tapi dengan senang hati sebagian kita melakukan perbuatan para calon ahli neraka;
“Lalu kita tahu bahwa kematian pasti datang, tapi kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangannya;
“Dan kita lebih sibuk mencari aib orang lain, tapi cenderung melupakan cacat dan kekurangan kita sendiri;
“Kemudian lagi kita tahu setiap hari kita makan rezeki dari Allah, kita minum air dari Allah, kita berpijak dibumi Allah, kita dihangatkan dengan cahaya matahari Allah, kita menghirup udara Allah, semuanya dari Allah, tapi kita kerap lupa untuk mensyukurinya,
“Dan yang terakhir yang dinasehatkan oleh Ibrahim bin adham adalah bahwa kita sering mengantar jenazah, tapi kita tidak pernah menyadari bahwa suatu saat kelak, pasti kita akan mengalami hal yang sama, hari ini kita mengantar jenazah, besok lusa, jenazah kitalah akan diusung dan diantar oleh orang lain……” Papar Ki Bijak, menggenapi sepuluh nasehat Ibrahim bin Adham bagi para pengunjung pasar, dan bagi kita yang masih sering merasa bosan berdoa karena merasa tidak pernah dijawab oleh Allah.
“Jadi ketika doa kita belum dikabulkan, jangan bosan ya ki, tetap berdoa dan lebih bijak lagi kita tengok kedalam, adakah apa yang dinasehatkan Ibrahim bin Adham itu masih melekat pada kita…..” Kata Maula.
“Benar Nak Mas, berdoa itu sama dengan ikhtiat lahir kita untuk menjemput rezeki dan karunia Allah, jadi tetap harus kita lakukan terus-menerus, karena sekali-kali Allah tidak akan pernah bosan mendengar doa-doa kita, Allah tidak akan repot dengan permohonan-permohonan kita, justru Allah akan murka kepada orang yang enggan bermohon padanya……” Kata ki Bijak sambil mengutip ayat ke 60 dari surat Al Mu’min;
60. Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1326] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".
[1326] yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.
“Iya ki, terima kasih ki…..” kata Maula sambil menyalami gurunya untuk pamitan.
Wassalam
Desember.28,2010
Ki Bijak menghela nafas panjang; “Tidak boleh seperti itu Nak Mas, kita tidak boleh merasa jenuh atau bosan untuk meminta kepada Allah, karena itu memang kewajiban kita, kita wajib meminta, sementara kapan dan dalam bentuk apa pengabulan permohonan kita kepada Allah, itu adalah hak prerogatif Allah……, jauh lebih baik kita berbaik sangka kepada Allah daripada kita berprasangka jelek pada Dzat yang Maha mengabulkan, itu sebuah kedzaliman Nak Mas….” Jawab Ki Bijak.
“Astaghfirullah….,kadang ana juga masih merasa seperti itu Ki, syukur alhamdulillah Aki selalu mengingatkan ana…, Ki, adakah hal-hal yang membuat Allah ‘menahan’ permohonan kita ki……?” Tanya Maula.
“Untuk menjawab ini, ada sebuah nasehat bijak dari Ibrahim bin Adham, yang beberapa waktu lalu kita perbincangkan Nak Mas….” Kata Ki Bijak.
“Apa Nasehatnya ki…..?” Tanya Maula.
“Suatu ketika, beliau, Ibrahim bin Adham melewati sebuah keramaian; yang dalam beberapa literatur, beliau melewati sebuah pasar yang sedang ramai……” Kata Ki Bijak mulai menceritakan Ibrahim bin Adham yang terkenal zuhud dan wara’nya.
“Lalu ki……?” Tanya Maula penasaran.
“Lalu sama seperti dengan teman Nak Mas tadi, orang-orang dipasar itu mengadukan perihal doa-doa mereka yang seperti tidak dijawab oleh Allah……, Ibrahim bin adham diam sejenak sebelum memberi nasehat kepada pada pengunjung pasar tersebut….” Tutur Ki Bijak.
Maula menahan diri untuk tidak menuntut, meski ia sangat penasaran dan ingin segera mengetahui apa nasehat sang Alim berkenaan dengan ‘tertahannya’ doa dan permohonan seorang hamba.
“Ibrahim bin adham kemudian menjawab bahwa ada sepuluh hal yang dapat menyebabkan tertahannya doa dan permohonan seseorang, yang pertama; beliau mengatakan bahwa kita mengenal Allah, namun tidak menunaikan hak_Nya……” Kata Ki Bijak lagi.
“Kita mengenal Allah, tapi tidak menunaikan hak-hak_Nya ki….?” Tanya Maula.
“Benar Nak Mas, kita mengenal Allah sebagai Dzat yang Maha Esa; dan hak Allah atas kita adalah wajib bagi kita untuk tidak menyekutukannya; tapi banyak dari kita yang justru menyetarakan Allah dengan mahluk atau berhala…”
“Kita mengenal Allah sebagai Dzat yang wajib kita sembah dan kita ibadahi, tapi kadang kita pengabdian kita kepada mahluk justru melebihi pengabdian dan penyembahan kita pada Allah…:
“Hal-hal yang semacam inilah yang kemudian menjadi hizab, menjadi sekat kita dengan Allah, sehingga kemudian doa-doa kitapun terhizab oleh ‘pelanggaran’ kita terhadap hak-hak Allah…….”Papar Ki Bijak.
“Ana mengerti ki……” Kata Maula.
“Coba Nak Mas buka surat Al Baqarah ayat 186; disana dengan jelas Allah menyatakan bahwa ‘Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku’….”Kata Ki Bijak lagi.
Dengan segera Maula membuka al qur’an;
186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
“Benar Ki, Allah akan mengabulkan setiap doa; dengan ‘syarat’ si pemohon memenuhi perintah_Nya dan beriman kepada Allah…….” Kata Maula setelah melihat ayat dimaksud.
“Yang kedua, hal yang sangat mungkin menjadi asbab tertundanya permohonan kita menurut nasehat Ibrahim bin adham adalah kita membaca al qur’a, tapi kita tidak mau mengamalkan isinya…..” Tutur Ki Bijak.
“Banyak diantara kita yang rajin baca qur’an,bacaanya fasih, murotalnya bagus, tapi sikap dan perilaku sebagian dari mereka justru bertolak belakang dari apa yang dibacanya……., qur’an mestinya dijadikan ‘imam’ dan rujukan dalam kehidupan kita, tapi tak jarang mereka yang pandai membaca al qur’an justru ‘memaksa’ al qur’an untuk mengikuti hawa nafsu mereka, hal ini juga salah satu asbab tertundanya doa-doa kita…..” Kata Ki Bijak.
“Iya ki…..” Jawab Maula pendek.
“Hal ketiga, yang menjadi asbab tertundanya doa-doa kita adalah bahwa kita tahu iblis itu musuh kita,musuh yang nyata, namun masih banyak jejak langkah iblis yang justru menjadi rujukan ikutan kita, Nak Mas tahu sikap iblis yang masih banyak ditiru oleh sebagian kita….?” Tanya Ki Bijak.
“Ya Ki, sifat enggan dan sombong, yang kemudian menjadikan iblis mahluk terusir dari surganya Allah……” Kata Maula.
“Nak Mas benar, sifat enggan untuk melaksanakan perintah Allah, dan sikap sombong karena merasa diri lebih baik dari yang lain, adalah perangkap iblis yang ditebar sepanjang perjalanan hidup kita……, maka berhati-hatilah terhadapnya, karena sekali lagi, boleh jadi kesombongan kitalah yang ‘menahan’ karunia Allah kepada kita…..” Kata Ki Bijak lagi.
“Iya ki……” Jawab Maula.
“Lalu hal keempat yang menurut Ibrahim bin adham dapat menjadi asbab tertundanya permohonan kita adalah kita mengaku mencintai Rasulullah, tetapi kita lebih sering meninggalkan ajaran dan sunnahnya dari pada melaksanakannya….”,
“Kita selalu punya dalih untuk tidak mengikuti apa yang Rasulullah contohkan, ada yang mengatakan ‘inikan hanya sunnah’, dan lain sebagainya, padahal tidaklah Rasul melakukan atau mengatakan sesuatu itu tanpa perintah dari Allah, maka dalam hemat Aki, sunnah bukan berarti tidak perlu dikerjakan,karena dibalik sunnah itu banyak sekali terdapat hikmah dan pelajaran yang luar biasa besar…., dan lagi, ketika kita meninggalkan ajaran dan sunnah rasul,sangat boleh jadi hal ini yang menunda terkabulnya doa dan permohonan kita…” Kata Ki Bijak lagi.
“Nak Mas mengerti sampai sini……?” Tanya Ki Bijak, demi melihat Maula sedemikian serius menyimak penuturannya.
“Iya ki, ana mengerti, ana juga melihat adalah ‘sedikit kesalah pahaman’ dari sebagian kita tentang bagaimana merealisasikan kecintaan kita pada Rasul, seperti adanya berbagai kegiatan seremonial yang katanya wujud dari kecintaan pada Rasul, tapi justru bertentangan dengan ajaran dan sunnahnya…….” Kata Maula.
“Ya Nak Mas, dan nasehat lain yang Ibrahim bin adham sampaikan kepada para pengunjung pasar ketika itu, dan juga sangat relevan untuk kita renungkan sekarang ini adalah bahwa kita ingin surga, tapi amal kita jauh dari amalan para calon ahli surga;
“Lemudian kita takut neraka; tapi dengan senang hati sebagian kita melakukan perbuatan para calon ahli neraka;
“Lalu kita tahu bahwa kematian pasti datang, tapi kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangannya;
“Dan kita lebih sibuk mencari aib orang lain, tapi cenderung melupakan cacat dan kekurangan kita sendiri;
“Kemudian lagi kita tahu setiap hari kita makan rezeki dari Allah, kita minum air dari Allah, kita berpijak dibumi Allah, kita dihangatkan dengan cahaya matahari Allah, kita menghirup udara Allah, semuanya dari Allah, tapi kita kerap lupa untuk mensyukurinya,
“Dan yang terakhir yang dinasehatkan oleh Ibrahim bin adham adalah bahwa kita sering mengantar jenazah, tapi kita tidak pernah menyadari bahwa suatu saat kelak, pasti kita akan mengalami hal yang sama, hari ini kita mengantar jenazah, besok lusa, jenazah kitalah akan diusung dan diantar oleh orang lain……” Papar Ki Bijak, menggenapi sepuluh nasehat Ibrahim bin Adham bagi para pengunjung pasar, dan bagi kita yang masih sering merasa bosan berdoa karena merasa tidak pernah dijawab oleh Allah.
“Jadi ketika doa kita belum dikabulkan, jangan bosan ya ki, tetap berdoa dan lebih bijak lagi kita tengok kedalam, adakah apa yang dinasehatkan Ibrahim bin Adham itu masih melekat pada kita…..” Kata Maula.
“Benar Nak Mas, berdoa itu sama dengan ikhtiat lahir kita untuk menjemput rezeki dan karunia Allah, jadi tetap harus kita lakukan terus-menerus, karena sekali-kali Allah tidak akan pernah bosan mendengar doa-doa kita, Allah tidak akan repot dengan permohonan-permohonan kita, justru Allah akan murka kepada orang yang enggan bermohon padanya……” Kata ki Bijak sambil mengutip ayat ke 60 dari surat Al Mu’min;
60. Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1326] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".
[1326] yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.
“Iya ki, terima kasih ki…..” kata Maula sambil menyalami gurunya untuk pamitan.
Wassalam
Desember.28,2010
Minggu, 26 Desember 2010
Cara Reset Printer Canon MP145 dan MP160
Printer ga mo ngeprint !!! 
Mimpi buruk ini akhirnya terwujud juga..dikejar deadline tugas kantor wajib kelar dalam dua hari..kiamat telah tiba bagiku…hoorrreee akhirnya aku panik..tekan start gamo, cabut kabel power juga gamo, cek sana cek sini juga gada reaksi..huh mataku tertuju pada layar display nunjukkin angka E5.
…..apa maksudnya dengan E5 itu ?
dengan rasa penasaran yang terlalu didramatisir
akhirnya pertanyaan ini aku lemparkan kepada uncle google yang dengan bijaksana memaparkan sekian ratus link yang “mungkin” bisa menjawabnya.
dan berikut ini hasilnya/error ink cartridges are not installed properly (error E5) :
Step 1 : Push Power switch by continue (Tekan Power On/Off)
Step 2 : inserrt plug(Masukan Power, Power Tetap di Tekan)
step 3 : Tekan Tombol Reset 1x, lepaskan Tombol Pwr, Tekan Reset dua kali lagi Sampai Menjadi 0 (tekan tombol tanpa jeda)
Step 4 : Push + display change from 0 to 1 (tekan tombol + untuk merubah 0 ke 1)
Step 5 : Push Power switch again , Printer will be print 1 page(tekan tombol power –> tombol start sampai ngeprint 1 hal.)
step 6 : Open cover (buka tutup printer)
Step 7 : Unplug (cabut kabel power)
Step 8 : Take out ink 40 and 41(lepaskan catridge 40 dan 41)
Step 9 : Insert plug again (pasang kabel power)
Step 10 : Push power switch (tekan tombol power)
Step 11 : Open cover (scan cover) (buka tutup scaner)
Step 12 : Inksert ink 40 , 41 again (masukan catridge 40 dan 41)
waduh kunyuk jelek…harap-harap bisa berhasil dengan gemilang ternyata proses reset hanya sampai di step 4..lengkap sudah penderitaanku..akhirnya aku berkesimpulan tangki/catridge tintanyalah yang bermasalah..aku pinjam tangki tinta punya teman dan aku coba eksekusi print..gdubrak…display printer nunjukkin E16..aku ulangi pencarian via uncle google yang akhirnya berhasil menemukan resepnya dan printer MP145 kesayanganku berhasil ngeprint berlembar-lembar ketikan dengan sukses dan akupun tersenyum puas..walau gajian nanti aku harus menyisihkan Rp. 165.000,- tuk beli tangki tinta yang baru.
berikut ini resep ngereset waste ink counter (error E16) :
1. Matikan printer (kabel power masih tercolok), tekan dan tahan tombol STOP/RESET kemudian tekan tombol ON/OFF
2. Tahan tombol ON/OFF, tekan tombol STOP/RESET 2x
3. Lepaskan kedua tombol dan printer akan masuk ke SERVICE MODE
4. Printer akan charging
5. Setelah printer selesai charging, tekan tombol STOP/RESET 4x. (Waste ink counter reset)
6. Setiap kali tombol STOP/RESET ditekan, lampu ON/OFF akan berubah warna hijau dan oranye
7. Matikan printer dan cabut kabel POWER
8. Hidupkan kembali printer.
The number of the Reset :
button pressing
LED Function Remarks
0 time Green Power off
1 time Orange Service pattern print
2 times Green EEPROM print
3 times Orange EEPROM reset
4 times Green Waste ink counter reset
5) Unplug cable power. (for MP145 / MP150)
6) Turn Off Power. (for MP160)
Error Code/Kode Error :
E2-2 = No paper (ASF)
E3-3 = Paper jam
E4 = No ink
E5-5 = The ink cartridges are not installed or a non-supported ink cartridge is installed, or the ink cartridges are not installed properly
E8 = Waste ink absorber full, or platen waste ink absorber full
E9 = The connected digital camera / video camera does not support Camera Direct Printing
E14 = The Ink cartridges whose destination are wrong
E15 = Ink cartridge is not installed E16 – Ink remaining is unknown
E16 -E19 = Failed to scan head alignment sheet
E22 = Carriage error
E23 = Paper feed error
E24 = Purge unit error
E25 = ASF(cam) sensor error
E26 = Internal temperature rise error
E27 = Waste ink absorber full or platen waste ink absorber full
E28 = Ink cartridge temperature rise error -
E29 = EEPROM error
E33 = Paper feed position error
E35 15 = USB Host VBUD overcurrent error – USB
E37 17 = Abnormal motor driver error
E40 20 = Other hardware error
E42 22 = Scanner error
Selamat mencoba
Mimpi buruk ini akhirnya terwujud juga..dikejar deadline tugas kantor wajib kelar dalam dua hari..kiamat telah tiba bagiku…hoorrreee akhirnya aku panik..tekan start gamo, cabut kabel power juga gamo, cek sana cek sini juga gada reaksi..huh mataku tertuju pada layar display nunjukkin angka E5.
…..apa maksudnya dengan E5 itu ?
dengan rasa penasaran yang terlalu didramatisir
akhirnya pertanyaan ini aku lemparkan kepada uncle google yang dengan bijaksana memaparkan sekian ratus link yang “mungkin” bisa menjawabnya.
dan berikut ini hasilnya/error ink cartridges are not installed properly (error E5) :
Step 1 : Push Power switch by continue (Tekan Power On/Off)
Step 2 : inserrt plug(Masukan Power, Power Tetap di Tekan)
step 3 : Tekan Tombol Reset 1x, lepaskan Tombol Pwr, Tekan Reset dua kali lagi Sampai Menjadi 0 (tekan tombol tanpa jeda)
Step 4 : Push + display change from 0 to 1 (tekan tombol + untuk merubah 0 ke 1)
Step 5 : Push Power switch again , Printer will be print 1 page(tekan tombol power –> tombol start sampai ngeprint 1 hal.)
step 6 : Open cover (buka tutup printer)
Step 7 : Unplug (cabut kabel power)
Step 8 : Take out ink 40 and 41(lepaskan catridge 40 dan 41)
Step 9 : Insert plug again (pasang kabel power)
Step 10 : Push power switch (tekan tombol power)
Step 11 : Open cover (scan cover) (buka tutup scaner)
Step 12 : Inksert ink 40 , 41 again (masukan catridge 40 dan 41)
waduh kunyuk jelek…harap-harap bisa berhasil dengan gemilang ternyata proses reset hanya sampai di step 4..lengkap sudah penderitaanku..akhirnya aku berkesimpulan tangki/catridge tintanyalah yang bermasalah..aku pinjam tangki tinta punya teman dan aku coba eksekusi print..gdubrak…display printer nunjukkin E16..aku ulangi pencarian via uncle google yang akhirnya berhasil menemukan resepnya dan printer MP145 kesayanganku berhasil ngeprint berlembar-lembar ketikan dengan sukses dan akupun tersenyum puas..walau gajian nanti aku harus menyisihkan Rp. 165.000,- tuk beli tangki tinta yang baru.
berikut ini resep ngereset waste ink counter (error E16) :
1. Matikan printer (kabel power masih tercolok), tekan dan tahan tombol STOP/RESET kemudian tekan tombol ON/OFF
2. Tahan tombol ON/OFF, tekan tombol STOP/RESET 2x
3. Lepaskan kedua tombol dan printer akan masuk ke SERVICE MODE
4. Printer akan charging
5. Setelah printer selesai charging, tekan tombol STOP/RESET 4x. (Waste ink counter reset)
6. Setiap kali tombol STOP/RESET ditekan, lampu ON/OFF akan berubah warna hijau dan oranye
7. Matikan printer dan cabut kabel POWER
8. Hidupkan kembali printer.
The number of the Reset :
button pressing
LED Function Remarks
0 time Green Power off
1 time Orange Service pattern print
2 times Green EEPROM print
3 times Orange EEPROM reset
4 times Green Waste ink counter reset
5) Unplug cable power. (for MP145 / MP150)
6) Turn Off Power. (for MP160)
Error Code/Kode Error :
E2-2 = No paper (ASF)
E3-3 = Paper jam
E4 = No ink
E5-5 = The ink cartridges are not installed or a non-supported ink cartridge is installed, or the ink cartridges are not installed properly
E8 = Waste ink absorber full, or platen waste ink absorber full
E9 = The connected digital camera / video camera does not support Camera Direct Printing
E14 = The Ink cartridges whose destination are wrong
E15 = Ink cartridge is not installed E16 – Ink remaining is unknown
E16 -E19 = Failed to scan head alignment sheet
E22 = Carriage error
E23 = Paper feed error
E24 = Purge unit error
E25 = ASF(cam) sensor error
E26 = Internal temperature rise error
E27 = Waste ink absorber full or platen waste ink absorber full
E28 = Ink cartridge temperature rise error -
E29 = EEPROM error
E33 = Paper feed position error
E35 15 = USB Host VBUD overcurrent error – USB
E37 17 = Abnormal motor driver error
E40 20 = Other hardware error
E42 22 = Scanner error
Selamat mencoba
Apa itu komputer???
Definisi
Komputer berasal dari bahasa latin computare yang mengandung arti menghitung. Karena luasnya bidang garapan ilmu komputer, para pakar dan peneliti sedikit berbeda dalam mendefinisikan termininologi komputer.
- Menurut Hamacher [1], komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi.
- Menurut Blissmer [2], komputer adalah suatu alat elektonik yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai berikut:
- menerima input
- memproses input tadi sesuai dengan programnya
- menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan
- menyediakan output dalam bentuk informasi - Sedangan Fuori [3] berpendapat bahwa komputer adalah suatu pemroses data yang dapat melakukan perhitungan besar secara cepat, termasuk perhitungan aritmetika dan operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia.
Untuk mewujudkan konsepsi komputer sebagai pengolah data untuk menghasilkan suatu informasi, maka diperlukan sistem komputer (computer system) yang elemennya terdiri dari hardware, software dan brainware. Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk kesatuan. Hardware tidak akan berfungsi apabila tanpa software, demikian juga sebaliknya. Dan keduanya tiada bermanfaat apabila tidak ada manusia (brainware) yang mengoperasikan dan mengendalikannya.
- Hardware atau Perangkat Keras: peralatan yang secara fisik terlihat dan bisa djamah.
- Software atau Perangkat Lunak: program yang berisi instruksi/perintah untuk melakukan pengolahan data.
- Brainware: manusia yang mengoperasikan dan mengendalikan sistem komputer.
Penggolongan Komputer
Literatur terbaru tentang komputer melakukan penggolongan komputer berdasarkan tigal hal: data yang diolah, penggunaan, kapasitas/ukurannya, dan generasinya.
Berdasarkan Data Yang Diolah
- Komputer Analog
- Komputer Digital
- Komputer Hybrid
Berdasarkan Penggunannya
- Komputer Untuk Tujuan Khusus (Special Purpose Computer)
- Komputer Untuk Tujuan Umum (General Purpose Computer)
Berdasarkan Kapasitas dan Ukurannya
- Komputer Mikro (Micro Computer)
- Komputer Mini (Mini Computer)
- Komputer Kecil (Small Computer)
- Komputer Menengah (Medium Computer)
- Komputer Besar (Large Computer)
- Komputer Super (Super Computer)
Berdasarkan Generasinya
- Komputer Generasi Pertama (1946-1959)
- Komputer Generasi Kedua (1959-1964)
- Komputer Generasi Ketiga (1964-1970)
- Komputer Generasi Keempat (1979-sekarang)
- Komputer Generasi Kelima
Langganan:
Postingan (Atom)